Cara Wikileaks Mendapatkan Informasi

Diposkan oleh Anonymous on Sunday, April 28, 2013
Kehadiran Wikileaks memang menjadi perbincangan di kalangan Pemerintahan dan Masyarakat.  Informasi yang diberikan membuat Pemerintahan Amerika Serikat kalang kabut, karena informasi yang ditampilkan di Wikileaks merupakan hasil dari kabel diplomatik Kedutaan besar Amerika Serikat di Dunia.  Tentunya informasi kabel diplomatik itu didapat dengan cara sembunyi-sembunyi, dengan teknologi canggih yang di gunakan wikileaks untuk menyadap kedutaan besar Amerika Serita di Seluruh Dunia.

Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia.[2] Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Saat ini alamat situs telah dialihkan ke www.wikileaks.ch untuk alasan keamanan.

Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis, matematikawan, dan teknolog dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan.Artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks.Situs Wikileaks menggunakan mesin MediaWiki.

 Disini saya akan membahas cara Wikileaks mendapatkan informasi (kabel diplomatik), yang infonya saya dapat dari berbagai sumber di Internet.

Apa itu Kabel Diplomatik
Mungkin banyak orang bertanya-tanya, apa itu kabel diplomatik?setiap pemberitaan mengenai wikileaks pastinya membicarakan isi kabel diplomatik, sedangkan masih banyak orang yang kurang mengerti apa itu kabel diplomatik.  Menurut Wikipedia :

A diplomatic cable, also known as a diplomatic telegram or embassy cable, is the term given to a confidential text message exchanged between a diplomatic mission, like an embassy or a consulate, and the foreign ministry of its parent country

sedangkan bahasa Indonesianya :
Kabel diplomatik, juga dikenal sebagai kabel telegram diplomatik atau kedutaan, adalah istilah yang diberikan ke pesan teks rahasia yang dipertukarkan antara sebuah misi diplomatik, seperti kedutaan atau konsulat, dan kementerian luar negeri negara induknya

Kemudian dalam situs diplomacy.edu, mengatakan 
 A diplomatic cable is a diplomatic message.Since then telecommunication has evolved with diplomats using radio links, fax and today, the Internet. But, in spite of changes in technology, the term ‘cable’ remains part of diplomatic lingo. The recent WikiLeaks has quickly been dubbed ‘CableGate’.

Kabel diplomatik merupakan suatu pesan diplomasi yang disampaikan seluruh kedutaan besar kepada pemerintah pusat di negaranya.  Media yang digunakan mengikuti perkembangan dari teknologi telekomunikasi, dimulai dari menggunakan radio, telegram, fax dan sekarang Internet.  

Setiap kedutaan besar pasti memberikan pesan/informasi kepada pemerintahan pusat di Negaranya.  Kebetulan teman saya pernah bekerja di Kedutaan besar Indonesia di suatu negara, dan dia bagian Komunikasi.  Yang saya tangkap cerita pekerjaan yang teman saya lakukan yaitu mengirim email kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Luar Negeri dan membagi informasi dengan kedutaan-kedutaan besar di Seluruh Negeri.  Email yang dikirim tentu saja berkaitan dengan berita atau informasi tertentu yang memang pantas disampaikan kepada pemerintah pusat dan dibagi kepada kedutaan besar lainnya.  Tugas teman saya hanya mengirim informasi yang sebelumnya dikonsep terlebih dahulu oleh para duta besar / diplomat di masing-masing kedutaannya.

Yang menjadi pertanyaan saya, apakah pekerjaan mengirim email ini merupakan salah satu bagian dari istilah kabel diplomatik ??..saya optimis iya, itu merupakan kabel diplomatik.

Cara Wikileaks mendapatkan Informasi Kabel Diplomatik
Apabila dugaan saya benar bahwa mengirim email dari kedutaan kepada pemerintah pusat seperti yang dilakukan teman saya itu merupakan " kabel diplomatik", apakah ini berarti Wikileaks berhasil membobol account email dari seluruh kedutaan di seluruh dunia??.

Dalam situs mirrornya wikileaks, disebutkan bagaimana wikileaks mendapatkan informasi. 
WikiLeaks has combined high-end security technologies with journalism and ethical principles. Like other media outlets conducting investigative journalism, we accept (but do not solicit) anonymous sources of information. Unlike other outlets, we provide a high security anonymous drop box fortified by cutting-edge cryptographic information technologies. This provides maximum protection to our sources. We are fearless in our efforts to get the unvarnished truth out to the public. When information comes in, our journalists analyse the material, verify it and write a news piece about it describing its significance to society. We then publish both the news story and the original material in order to enable readers to analyse the story in the context of the original source material themselves. Our news stories are in the comfortable presentation style of Wikipedia, although the two organisations are not otherwise related. Unlike Wikipedia, random readers can not edit our source documents.

Dalam situsnya dijelaskan, bahwa Wikileaks mendapatkan informasi-informasi dengan menggunakan perangkat teknologi yang canggih.  Dengan sumber terpercaya dan dilindungi keberadaannya.  Wikileaks memverifikasi hasil sumber tersebut sebelum di publish di website mereka.  Tetapi mereka tidak menyebutkan bagaimana cara Wikileaks mendapat kan informasi tersebut, apakah melakukan hacking pada sistem teknologi kabel diplomatik tersebut atau mendapatkan informasi dari orang dilingkungan kedutaan atau kementerian Amerika Serikat?. Dibawah ini merupakan cuplikan wawancara dengan founder Wikileaks, Julian Assange : 




Julian Assange mengatakan bahwa Informasi yang didapat dari sumber terpercaya dan Wikileaks hanya menerima Informasi tersebut, dan dia pun tidak tahu siapa yang mengirim informasi tersebut.  Setelah mendapatkan informasi tersebut, Wikileaks akan melakukan verifikasi kebenarannya dengan mengirimkan tim jurnalis untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi tersebut, seperti tertera dalam websitennya :


We may also seek external verification of the document For example, for our release of the Collateral Murder video, we sent a team of journalists to Iraq to interview the victims and observers of the helicopter attack. The team obtained copies of hospital records, death certificates, eye witness statements and other corroborating evidence supporting the truth of the story. Our verification process does not mean we will never make a mistake, but so far our method has meant that WikiLeaks has correctly identified the veracity of every document it has published.
 Untuk lebih jelas, anda dapat melihat video wawancara dengan Julian Assange diatas.



Tujuan Sebenarnnya Wikileaks
Disatu sisi Wikileaks dianggap bak media pahlawan dimana berani mengungkapkan informasi-informasi yang bersifat rahasia dan intelejen yang tidak dipublikasikan kepada khalayak umum.  Tetapi disisi lain para penggemar konspirasi, menyatakan situs Wikileaks sebetulnya merupakan bagian dari konspirasi Pemerintahan Amerika Serikat itu sendiri.  Bagaimana pun tujuan sebenarnya Wikileaks, kita perlu mencermati isi informasi tersebut.  Jangan kita telan mentah-mentah informasi yang ada sebagai suatu kebenaran, karena konspirasi bisa terjadi diluar nalar kita.  Tetap skeptis dan kritis !

{ 0 komentar... read them below if any or add comment }

Post a Comment

Budidayakan Berkomentar Yang Baik.
Tidak Saling Menjatuhkan dan Tidak Saling Meninggikan.
Untuk Kritik dan Saran : beritakonspirasi@gmail.com

 
Fathurizqon.inc - Fathurizqon.Inc Blogger Template Design by Berita Wikileaks